6. Wilayah Gempa dan Spektrum Respons ; 6.1 Parameter Percepatan Gempa
6 Wilayah gempa dan spektrum respons


6.1 Parameter percepatan gempa
6.1.1 Situs dekat sesar

Situs yang memenuhi salah satu kondisi berikut ini harus dikategorikan dekat sesar:

1. Berjarak 15 km dari proyeksi permukaan sesar aktif yang diketahui dan mampu menghasilkan kejadian gempa dengan Mw 7 (Red: Mw adalah magnitudo gempa, kadang ditulis M saja, didefinisikan pada paper tahun 1979 oleh Thomas C. Hanks and Hiroo Kanamori) atau lebih besar, atau

2. Berjarak 10 km dari proyeksi permukaan sesar aktif yang diketahui dan mampu menghasilkan kejadian gempa dengan Mw 6 atau lebih besar.

PENGECUALIAN
Proyeksi permukaan tidak perlu menyertakan bagian dari patahan pada kedalaman 10 km atau lebih besar.

1. Sesar-sesar dengan perkiraan slip-rate sepanjang sesar kurang dari 1 mm pertahun berdasarkan pengamatan geodesi dan atau geologi tidak perlu dipertimbangkan; 2. Proyeksi permukaan tidak boleh mencakup bagian-bagian patahan yang mempunyai kedalaman ≥ 10 km.

“Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Sub KT 91-01-S4 Bahan, Sain, Struktur & Konstruksi Bangunan, dan tidak untuk dikomersialkan” SNI 1726:2019 © BSN 2019 33 dari 236

Gambar di bawah ini menunjukkan jarak patahan untuk berbagai lokasi situs proyek.

Gambar 2 – Jarak patahan untuk berbagai lokasi situs proyek


6.1.2 Parameter percepatan terpetakan

Parameter Ss (percepatan batuan dasar pada periode pendek) dan S1 (percepatan batuan dasar pada periode 1 detik) harus ditetapkan masing-masing dari respons spektral percepatan 0,2 detik dan 1 detik dalam peta gerak tanah seismik pada Pasal 15 dengan kemungkinan 2% terlampaui dalam 50 tahun (MCER, 2% dalam 50 tahun), dan dinyatakan dalam bilangan desimal terhadap percepatan gravitasi. Bila S1 <= 0,04 g dan Ss<=0,15 g, maka struktur bangunan boleh dimasukkan ke dalam kategori desain seismik A, dan cukup memenuhi persyaratan dalam 6.6.

6.1.3 Kelas situs

Berdasarkan sifat-sifat tanah pada situs, maka situs harus diklasifikasi sebagai kelas situs SA, SB, SC, SD, SE, atau SF yang mengikuti 5.3. Bila sifat-sifat tanah tidak teridentifikasi secara jelas sehingga tidak bisa ditentukan kelas situs-nya, maka kelas situs SE dapat digunakan kecuali jika pemerintah/dinas yang berwenang memiliki data geoteknik yang dapat menentukan kelas situs lainnya.

Jika penyelidikan tanah yang dilakukan sesuai dengan Pasal 5 menunjukkan adanya kondisi batuan yang konsisten dengan kelas situs SB, tetapi tidak dilakukan pengukuran kecepatan gelombang geser situs-spesifik, maka koefisien situs Fa, Fv, dan FPGA harus diambil sebesar 1,0.

[ Lanjut Ke 6.2 Koefisien situs dan parameter respons spekrum MCER ]

Kembali ke Daftar Isi
Jelajah ke Daftar Gambar
Jelajah ke Daftar Tabel