STANDAR
PENJELASAN
PASAL 18 - STRUKTUR TAHAN GEMPA
18.1 - Ruang lingkup
R18.1 - Ruang lingkup
18.1.1 Pasal
18 berlaku untuk desain
Pasal 18 tidak berlaku untuk struktur yang
struktur beton nonprategang dan prategang
masuk dalam Kategori Desain Seismik
pemikul gaya seismik yang dikenakan
(KDS) A. Untuk struktur dengan KDS B dan
Kategori Desain Seismik (KDS) B hingga F,
C, Pasal 18 berlaku untuk sistem struktural
yang termasuk didalamnya:
yang didesain sebagai bagian dari sistem
pemikul gaya seismik. Untuk struktur
a) Sistem struktural yang ditetapkan
dengan KDS D hingga F, Pasal 18 berlaku
sebagai bagian dari sistem pemikul
baik untuk sistem struktural yang didesain
gaya seismik, termasuk diantaranya
sebagai bagian dari sistem pemikul gaya
diafragma, sistem rangka pemikul
seismik maupun sistem struktural yang
momen, sistem dinding struktural, dan
tidak didesain sebagai bagian sistem
fondasi.
pemikul gaya seismik.
b) Komponen struktur yang tidak ditetapkan
Pasal 18 berisi ketentuan-ketentuan yang
sebagai bagian dari sistem pemikul
dipertimbangkan sebagai persyaratan
gaya seismik tetapi diperlukan untuk
minimum untuk struktur yang dicor di
menahan beban lain saat komponen
tempat atau struktur beton pracetak yang
struktur tersebut mengalami deformasi
mampu
bertahan
dari
rangkaian
akibat pengaruh gempa.
guncangan gempa hingga
mencapai
respons inelastik tanpa mengalami
18.1.2 Struktur yang didesain sesuai
penurunan kekuatan yang signifikan.
dengan ketentuan Pasal 18 ini diharapkan
Integritas struktur dalam rentang respons
dapat menahan dampak guncangan gempa
inelastik harus dipertahankan karena gaya
melalui terbentuknya respons inelastis
gempa desain yang didefinisikan dalam
yang daktail pada komponen-komponen
dokumen seperti SNI 1726, ASCE/SEI 7 ,
struktur tertentu yang dipilih.
IBC 2012, UBC (ICBO 1997) dan ketentuan
NEHRP (FEMA 479) adalah lebih rendah
dibandingkan respons linear akibat
intensitas gempa yang diperkirakan (FEMA
479; Blume et al., 1961; Clough 1960;
Gulkan dan Sozen 1974).
Falsafah desain dalam Pasal 18 disusun
sedemikian agar struktur beton cor di
tempat dapat merespons guncangan tanah
rencana dalam rentang inelastik, yang
disertai
penurunan kekakuan dan
peningkatan energi disipasi tetapi tanpa
mengalami penurunan kekuatan yang
signifikan. Struktur beton pracetak yang
didesain sesuai dengan Pasal 18 harus
memiliki
perilaku
yang
menyamai
konstruksi beton cor di tempat, kecuali
18.5,
18.9.2.3 dan
18.11.2.2, yang
mengizinkan konstruksi pracetak dengan
mekanisme kelelehan alternatif. Kombinasi
reduksi kekakuan dan peningkatan disipasi
energi cenderung mengurangi respons
percepatan dan gaya inersia lateral yang
diterima oleh struktur dibanding bila struktur
tetap berperilaku elastik linear (Gulkan dan
Sozen
1974).
Dengan
demikian,
© BSN 2019
359 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
penggunaan gaya-gaya desain yang
mewakili pengaruh gempa sebagaimana
diatur dalam SNI 1726 mensyaratkan agar
akibat perpindahan bolak-balik hingga
rentang inelastik sistem pemikul gaya
seismik masih mampu mempertahankan
sebagian besar kekuatannya.
Ketentuan Pasal
18 mengkaitkan
pendetailan yang dipersyaratkan dengan
tipe struktur dan KDS. Kategori desain
seismik langsung diadopsi dari SNI 1726,
dan dikaitkan dengan pertimbangan level
bahaya seismik, klasifikasi situs tanah,
kapasitas hunian, dan penggunaannya.
Sebelum SNI
1726:2012 dan SNI
2847:2013, penamaan tingkat risiko
seismik rendah, menengah, dan tinggi
digunakan untuk membedakan persyaratan
pendetailan.
Sebagai
perbandingan
kualitatif kategori desain
seismik dan
tingkat risiko seismik, dapat mengacu Tabel
R5.2.2. Penentuan KDS diatur dalam SNI
1726 (mengacu pada 4.4.6.1).
18.2 - Umum
R18.2 - Umum
18.2.1 Sistem Struktur
Struktur yang masuk dalam KDS A tidak
perlu memenuhi Pasal
18 tetapi harus
18.2.1.1 Semua struktur harus dikenakan
memenuhi semua persyaratan lain yang
suatu kategori desain seismik (KDS) sesuai
berlaku dalam standar ini. Struktur yang
4.4.6.1.
masuk dalam KDS B hingga F harus
memenuhi persyaratan Pasal 18 sebagai
18.2.1.2 Semua komponen struktur harus
tambahan terhadap semua persyaratan
memenuhi persyaratan Pasal 1 hingga 17
lainnya yang berlaku dalam standar ini.
dan Pasal 19 hingga 26. Struktur yang
Pasal
18.2.1.3
hingga
18.2.1.5
dikenakan KDS B, C, D, E, atau F juga
mengidentifikasi bagian-bagian Pasal
18
harus memenuhi 18.2.1.3 hingga 18.2.1.7,
yang berlaku untuk bangunan berdasarkan
sesuai keberlakuannya. Bila Pasal
18
KDS-nya, terlepas dari elemen-elemen
bertentangan dengan pasal lain pada
vertikal yang menjadi bagian dari sistem
standar ini, maka Pasal 18 yang harus
pemikul gaya seismik yang dipilih. Definisi
diikuti.
elemen vertikal yang diizinkan sebagai
bagian dari sistem pemikul gaya seismik
18.2.1.3 Struktur yang dikenakan KDS B
terdapat dalam SNI
1726. Penjelasan
harus memenuhi 18.2.2.
R18.2 selebihnya merangkum maksud SNI
2847 terkait tipe elemen vertikal yang
18.2.1.4 Struktur yang dikenakan KDS C
diizinkan pada gedung berdasarkan KDS-
harus memenuhi 18.2.2 dan 18.2.3.
nya. Pasal
18.2.1.6 mendefinisikan
persyaratan untuk elemen vertikal yang
18.2.1.5 Struktur yang dikenakan KDS D,
menjadi bagian sistem pemikul gaya
E, atau F harus memenuhi 18.2.2 hingga
seismik.
18.2.8, dan 18.12 hingga 18.14.
Persyaratan desain dan pendetailan
seharusnya disesuaikan dengan tingkat
18.2.1.6 Sistem-sistem struktur yang
respons inelastik yang diasumsikan dalam
ditetapkan sebagai bagian sistem pemikul
perhitungan gaya gempa desain. Istilah
gaya seismik harus dibatasi hanya untuk
“biasa”,
“menengah” dan “khusus”
© BSN 2019
360 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
sistem-sistem
struktur
yang
telah
digunakan untuk memfasilitasi kesesuaian
ditetapkan dalam SNI
1726, atau
antara pendetailan dengan tingkat respons
ditentukan oleh pihak lain yang berwenang.
inelastik yang diasumsikan. Untuk setiap
Kecuali untuk KDS A, dimana Pasal 18
elemen atau sistem struktur yang
tidak berlaku, a) hingga h) di bawah ini
digunakan, istilah “biasa”, “menengah” dan
harus dipenuhi untuk setiap sistem struktur
“khusus” mengandung makna adanya
yang ditetapkan sebagai bagian sistem
peningkatan persyaratan pendetailan dan
pemikul gaya seismik, sebagai tambahan
perancangan agar kapasitas deformasi
terhadap 18.2.1.3 hingga 18.2.1.5:
meningkat sesuai yang diharapkan.
Struktur yang masuk dalam KDS B tidak
a) Sistem rangka pemikul momen biasa
diharapkan terkena guncangan tanah yang
harus memenuhi 18.3.
kuat, tetapi mungkin terkena guncangan
b) Dinding struktural beton bertulang biasa
yang rendah pada interval waktu yang
tidak perlu memenuhi ketentuan
panjang. Standar ini menyediakan
pendetailan Pasal
18, kecuali yang
beberapa persyaratan untuk elemen balok
disyaratkan oleh 18.2.1.3 atau 18.2.1.4.
dan kolom pada sistem rangka pemikul
c) Sistem rangka pemikul momen
momen biasa agar kapasitas deformasi
menengah harus memenuhi 18.4.
meningkat.
d) Dinding struktural pracetak menengah
Struktur yang masuk dalam KDS C dapat
harus memenuhi 18.5.
terkena guncangan tanah menengah
e) Sistem rangka pemikul momen khusus
(moderately strong). Sistem pemikul gaya
harus memenuhi 18.2.3 hingga 18.2.8
seismik yang dipilih, lazimnya terdiri dari
dan 18.6 hingga 18.8.
beberapa kombinasi dinding struktural
f) Sistem rangka pemikul momen khusus
biasa cor ditempat, dinding struktural
untuk beton pracetak harus memenuhi
pracetak menengah, dan rangka pemikul
18.2.3 hingga 18.2.8 dan 18.9.
momen menengah. SNI
1726 juga
g) Dinding struktural khusus harus
memberikan ketentuan untuk penggunaan
memenuhi 18.2.3 hingga 18.2.8 dan
sistem pemikul gaya seismik lainnya dalam
18.10.
KDS C. Ketentuan 18.2.1.6 mendefinisikan
h) Dinding struktural khusus untuk beton
persyaratan untuk sistem apapun yang
pracetak harus memenuhi 18.2.3 hingga
dipilih.
18.2.8 dan 18.11.
Struktur yang masuk dalam KDS D, E
atau F dapat terkena guncangan tanah
18.2.1.7 Sistem struktur beton bertulang
yang kuat. Berdasarkan ketentuan SNI ini,
yang tidak memenuhi ketentuan pasal ini
sistem struktur beton pemikul gaya seismik
diizinkan jika dapat diperlihatkan melalui
yang berlaku untuk KDS D, E atau F adalah
bukti eksperimental dan analisis bahwa
rangka pemikul momen khusus, dinding
sistem yang diusulkan tersebut memiliki
struktural
khusus
atau
kombinasi
kekuatan dan ketegaran (toughness) yang
keduanya. Sebagai tambahan terhadap
minimal sama dengan yang dimiliki struktur
18.2.2 hingga
18.2.8, sistem struktur
beton bertulang monolit setara yang
tersebut juga diperlukan untuk memenuhi
memenuhi ketentuan pasal ini.
persyaratan inspeksi rutin
(26.13.1.4),
diafragma dan rangka batang
(18.12),
fondasi
(18.13), dan elemen-elemen
pemikul gaya gravitasi yang tidak
ditetapkan sebagai bagian dari sistem
pemikul gaya seismik (18.14). Ketentuan ini
diberlakukan agar struktur memiliki
kapasitas deformasi yang memadai untuk
menghadapi tuntutan yang tinggi pada
kategori desain seismik ini.
SNI 1726 juga mengizinkan penggunaan
rangka pemikul momen menengah sebagai
bagian dari sistem ganda untuk beberapa
© BSN 2019
361 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
gedung yang masuk dalam KDS D, E atau
F (meskipun tidak direkomendasikan dalam
standar ini). SNI 1726 juga mengizinkan
desain nonpreskriptif, yang disertai
berbagai
ketentuan
tambahan,
penggunaan sistem biasa atau menengah
untuk struktur non-gedung pada kategori
desain seismik yang lebih tinggi. Hal ini
bukan merupakan penggunaan tipikal yang
menjadi pertimbangan dalam penulisan
pasal ini, tetapi dimanapun istilah “rangka
momen biasa atau menengah” digunakan
dalam referensi untuk beton bertulang,
maka 18.3 atau 18.4 berlaku.
Tabel R18.2 merangkum penerapan
ketentuan-ketentuan Pasal
18 untuk
berbagai kategori desain seismik. Jika
sistem khusus digunakan untuk struktur
pada KDS B atau C, maka 18.14 tidak perlu
dipenuhi, namun demikian komponen-
komponen struktur yang tidak ditetapkan
sebagai bagian dari sistem pemikul gaya
seismik seharusnya tetap diverifikasi agar
tetap stabil saat dikenakan perpindahan
desain.
Tabel R18.2 - Bagian pasal 18 yang harus dipenuhi dalam
penerapan pada umumnya [1]
Komponen yang
Kategori Desain Seismik
menahan pengaruh
gempa, kecuali jika
A
B
C
D, E, F
dinyatakan
(Tidak ada)
(18.2.1.3)
(18.2.1.4)
(18.2.1.5)
sebaliknya
Persyaratan analisis
18.2.2
18.2.2
18.2.2, 18.2.4
dan desain
18.2.5 hingga
Material
Tidak ada
Tidak ada
18.2.8
Komponen sistem
18.6 hingga
rangka pemikul
18.3
18.4
18.9
momen
Dinding struktural dan
Tidak ada
Tidak ada
18.10
balok kopel
Dinding struktural
Tidak ada
18.5
18.5[2], 18.11
pracetak
Tidak ada
Diafragma dan rangka
Tidak ada
Tidak ada
18.12
batang (trusses)
Fondasi
Tidak ada
Tidak ada
18.13
Komponen struktur
rangka pemikul
momen yang tidak
Tidak ada
Tidak ada
18.14
ditetapkan sebagai
sistem pemikul gaya
seismik
Angkur
Tidak ada
18.2.3
18.2.3
[1] Sebagai tambahan terhadap persyaratan Pasal 1 hingga 17, 19 hingga 26, dan ACI 318.2, kecuali
yang dimodifikasi oleh Pasal 18. Pasal 14.1.4 juga berlaku pada KDS D, E, dan F
[2]
Sebagaimana diizinkan oleh SNI 1726
© BSN 2019
362 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
Persyaratan
perancangan
dan
pendetailan dalam Pasal 18 didasarkan
utamanya pada pengalaman lapangan dan
laboratorium untuk struktur gedung beton
bertulang monolitik dan struktur gedung
beton pracetak yang didesain dan didetail
untuk berperilaku seperti struktur gedung
monolitik. Ekstrapolasi persyaratan ini
untuk tipe struktur beton lainnya, baik
struktur beton pracetak maupun cor di
tempat, seharusnya didasarkan pada bukti
yang didapat dari pengalaman lapangan,
pengujian,
atau
analisis.
Kriteria
penerimaan untuk rangka pemikul momen
yang ditetapkan dalam SNI 7834 atau ACI
374.1 dapat digunakan bersamaan dengan
Pasal
18 untuk menunjukkan bahwa
kekuatan, kapasitas disipasi energi, dan
kapasitas deformasi sistem rangka yang
diusulkan paling tidak sama atau melebihi
kinerja sistem beton monolit setara.
ACI ITG-5.1 memberikan informasi
serupa untuk sistem dinding pracetak.
Persyaratan keteguhan dalam
18.2.1.7
mengacu pada persyaratan untuk menjaga
integritas struktur seluruh sistem pemikul
gaya seismik pada perpindahan lateral
yang diantisipasi akibat guncangan gempa
maksimum yang dipertimbangkan (MCER).
Tergantung pada karakteristik disipasi
energi sistem struktur yang digunakan,
perpindahan lateral tersebut mungkin lebih
besar daripada perpindahan lateral struktur
beton bertulang monolitik yang memenuhi
ketentuan preskriptif pada standar ini.
18.2.2 Analisis dan desain komponen
R18.2.2 Analisis dan desain komponen
struktural
struktural - diasumsikan bahwa distribusi
kekuatan perlu untuk berbagai komponen
18.2.2.1 Interaksi semua komponen
sistem pemikul gaya seismik akan di
struktur
dan
non
struktur
yang
tentukan dari analisis model elastis linier
mempengaruhi respons linier dan nonlinier
dari sistem yang dibeban gaya terfaktor,
struktur terhadap guncangan gempa harus
seperti yang di syaratkan oleh SNI 1726.
ditinjau dalam analisis.
Jika analisis respons riwayat waktu
nonlinear digunakan, gerakan tanah dasar
18.2.2.2 Komponen-komponen struktur
harus dipilih setelah dilakukan studi detail
kaku yang bukan merupakan bagian sistem
kondisi situs dan riwayat gempa lokal.
pemikul gaya seismik diizinkan untuk
Karena dasar desain tahan gempa
digunakan asalkan pengaruhnya pada
memperkenankan respons nonlinear, perlu
respons sistem pemikul gempa ditinjau
diselidiki stabilitas sistem pemikul gaya
dalam desain struktur. Konsekuensi
seismik,
juga interaksinya
dengan
kegagalan komponen-komponen struktur
komponen struktural dan nonstruktural
dan non struktur yang bukan merupakan
lainnya, terhadap perpindahan lateral yang
© BSN 2019
363 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
bagian sistem pemikul gaya seismik harus
diharapkan sesuai dengan pergerakan
ditinjau.
tanah maksimum yang dipertimbangkan
(MCER). Untuk perhitungan perpindahan
18.2.2.3 Komponen-komponen struktur
lateral, dengan asumsi semua komponen
yang berada di bawah level penjepitan
struktur
sepenuhnya retak cenderung
lateral struktur yang diperlukan untuk
mengarah pada estimasi kemungkinan
menyalurkan gaya-gaya akibat pengaruh
simpangan antar tingkat (drift) yang lebih
gempa ke fondasi harus memenuhi
baik daripada menggunakan kekakuan
persyaratan-persyaratan Pasal
18 yang
tidak retak untuk semua komponen. Asumsi
konsisten dengan sistem pemikul gaya
analisis yang dijelaskan dalam
6.6.3.1.2
seismik di atasnya.
dan
6.6.3.1.3 dapat digunakan untuk
memperkirakan defleksi lateral dari sistem
gedung beton bertulang .
Tujuan utama Pasal 18 adalah keamanan
struktur. Maksud dari 18.2.2.1 dan 18.2.2.2
adalah untuk memberikan perhatian
terhadap
pengaruh
komponen
nonstruktural pada respons struktural dan
terhadap bahaya dari jatuhnya benda-
benda.
Pasal
18.2.2.3 berfungsi sebagai
peringatan bahwa dasar struktur seperti
yang didefinisikan dalam analisis tidak
selalu berada pada fondasi atau
permukaan tanah. Detail kolom dan dinding
yang menerus kebawah dasar struktur
menuju fondasi harus konsisten dengan
yang di atas dasar struktur.
Dalam memilih ukuran komponen struktur
untuk struktur penahan gempa, penting
untuk
mempertimbangkan
masalah-
masalah konstruksi yang terkait dengan
kerapatan tulangan. Desain harus
sedemikian rupa sehingga semua tulangan
dapat dirakit dan dipasang di lokasi yang
tepat dan beton dapat dituang dan
dikonsolidasikan dengan baik. Penggunaan
batas atas dari rasio tulangan yang
diizinkan dapat menyebabkan masalah
konstruksi.
18.2.3 Pengangkuran pada beton
18.2.3.1 Angkur yang menahan gaya
yang diakibatkan oleh gempa pada
struktur yang dikenakan KDS C, D, E,
ataupun F harus memenuhi 17.2.3.
18.2.4 Faktor reduksi kekuatan
R18.2.4 Faktor reduksi kekuatan
18.2.4.1 Faktor reduksi kekuatan harus
R18.2.4.1 Pasal 21 berisi faktor reduksi
sesuai dengan Pasal 21.
kekuatan untuk semua komponen struktur,
joint dan sambungan pada struktur
© BSN 2019
364 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
penahan gempa, termasuk persyaratan
khusus dalam 21.2.4 untuk gedung yang
menggunakan sistem rangka pemikul
momen khusus, dinding struktural khusus,
dan dinding pracetak menengah.
18.2.5 Beton pada sistem rangka pemikul
R18.2.5 Beton pada sistem rangka
momen khusus dan dinding struktural
pemikul momen khusus dan dinding
khusus
struktural
khusus
-
Persyaratan-
persyaratan pasal ini mengacu pada
18.2.5.1 Kekuatan tekan beton yang
kualitas beton pada rangka dan dinding
disyaratkan untuk sistem rangka pemikul
yang menahan gaya gempa. Kekuatan
momen khusus dan dinding struktural
tekan maksimum yang disyaratkan untuk
khusus harus sesuai dengan persyaratan
beton ringan dapat digunakan dalam
sistem pemikul gaya seismik khusus
perhitungan desain struktural dibatasi
berdasarkan Tabel 19.2.1.1.
hingga
35 MPa, terutama karena
kurangnya
data
lapangan
dan
eksperimental pada perilaku komponen
yang dibuat dari beton ringan yang
mengalami perpindahan bolak-balik dalam
daerah nonlinear. Jika terdapat bukti yang
meyakinkan dihasilkan pada penggunaan
tertentu, batasan maksimum kekuatan
tekan yang disyaratkan untuk beton ringan
dapat ditingkatkan ke tingkat yang telah
terbukti.
R18.2.6 Tulangan pada sistem rangka
18.2.6 Tulangan pada sistem rangka
pemikul momen khusus dan dinding
pemikul momen khusus dan dinding
struktural khusus - penggunaan tulangan
struktural khusus
longitudinal dengan kekuatan yang jauh
lebih tinggi dari yang di asumsikan dalam
18.2.6.1 Tulangan pada sistem rangka
desain akan menyebabkan tegangan geser
pemikul momen khusus dan dinding
dan lekatan yang lebih tinggi pada saat
struktural khusus harus sesuai dengan
momen leleh terjadi. Kondisi ini
persyaratan sistem pemikul gaya seismik
menyebabkan kegagalan getas dalam
khusus berdasarkan 20.2.2.
geser atau lekatan dan harus dihindari
walaupun kegagalan tersebut terjadi pada
beban yang lebih tinggi dari yang
diantisipasi dalam desain. Oleh karena itu,
batas atas terletak pada kekuatan leleh
aktual dari baja tulangan (mengacu pada
20.2.2.5). ASTM A706M untuk baja
tulangan
paduan-rendah
(low-alloy)
termasuk didalamnya Mutu 420 dan Mutu
550; namun hanya Mutu 420 secara umum
diperbolehkan karena data yang tidak
cukup untuk mengkonfirmasi penerapan
standar yang ada untuk struktur yang
menggunakan mutu yang lebih tinggi. Pasal
18.2.1.7 mengizinkan alternatif material
seperti ASTM A706M Mutu 550 jika hasil uji
dan analisis mendukung penerapannya.
© BSN 2019
365 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
Persyaratan untuk kekuatan tarik lebih
besar dari kekuatan leleh
tulangan
(20.2.2.5) berdasarkan pada asumsi bahwa
kemampuan komponen struktural untuk
menghasilkan kapasitas rotasi inelastis
merupakan fungsi dari panjang daerah
leleh sepanjang sumbu komponen. Dalam
interpretasi hasil eksperimental, panjang
daerah leleh dikaitkan dengan besaran
relatif dari momen nominal dan leleh (ACI
352R). Menurut interpretasi ini, semakin
besar rasio momen nominal terhadap
momen leleh, semakin panjang daerah
plastis. Pasal
20 mensyaratkan bahwa
rasio dari kekuatan tarik aktual terhadap
kekuatan leleh aktual tidak kurang dari
1,25.
Pembatasan nilai fy dan fyt berlaku untuk
semua tipe tulangan transversal, termasuk
spiral, sengkang pengekang lingkaran,
sengkang pengekang persegi, dan ikat
silang. Pembatasan pada nilai fy dan fyt
dalam 20.2.2.4 untuk menghitung kekuatan
geser nominal bertujuan untuk membatasi
lebar retak geser. Hasil penelitian (Budek et
al. 2002; Muguruma dan Watanabe 1990;
Sugano et al. 1990) menunjukkan bahwa
kekuatan leleh yang lebih tinggi secara
efektif dapat digunakan sebagai tulangan
pengekang seperti yang ditentukan dalam
18.7.5.4.
18.2.7 Sambungan mekanis pada sistem
R18.2.7 Sambungan mekanis pada
rangka pemikul momen khusus dan dinding
sistem rangka pemikul momen khusus dan
struktural khusus
dinding struktural khusus - Pada struktur
yang mengalami deformasi inelastik saat
gempa, tegangan tarik pada tulangan dapat
mendekati kekuatan tarik tulangan.
Persyaratan untuk sambungan mekanis
Tipe 2 dimaksudkan untuk menghindari
kegagalan sambungan (splice) ketika
tulangan dikenakan tingkat tegangan yang
diperkirakan
di
daerah pelelehan.
Sambungan mekanis Tipe 1 tidak perlu
memenuhi persyaratan yang lebih ketat
seperti sambungan mekanis Tipe 2, dan
mungkin tidak mampu menahan tingkat
tegangan yang diperkirakan di daerah
pelelehan. Lokasi sambungan mekanis
Tipe
1 dibatasi karena tegangan tarik
tulangan pada daerah leleh dapat melebihi
persyaratan kekuatan pada
25.5.7.
Pembatasan pada sambungan mekanis
Tipe 1 berlaku untuk semua tulangan yang
© BSN 2019
366 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
menahan pengaruh gempa, termasuk
tulangan transversal.
Praktik
pendetailan
yang
direkomendasikan
menghindari
penggunaan sambungan tulangan pada
daerah yang berpotensi mengalami leleh
pada komponen struktur yang menahan
pengaruh gempa. Jika penggunaan
sambungan mekanis pada daerah
berpotensi leleh tidak dapat dihindari, harus
ada dokumentasi pada karakteristik
kekuatan aktual dari batang yang
disambung, pada karakteristik gaya-
perpindahan dari sambungan tulangan, dan
kemampuan sambungan mekanis Tipe 2
digunakan untuk memenuhi persyaratan
kinerja yang disyaratkan.
Meskipun sambungan mekanis seperti
yang
didefinisikan
oleh
18.2.7
diperkenankan sambungan tidak dipasang
selang-seling (staggered), sambungan
selang-seling dianjurkan dan mungkin
diperlukan untuk kemudahan konstruksi
atau memberikan ruang yang cukup di
sekitar sambungan untuk pemasangan
atau untuk memenuhi persyaratan spasi
bersih.
18.2.7.1 Sambungan mekanis harus
R18.2.7.1 Persyaratan tambahan untuk
diklasifikasikan
sebagai
sambungan
sambungan mekanis Tipe
2 bertujuan
mekanis Tipe 1 atau Tipe 2, yaitu:
untuk menghasilkan sambungan mekanis
yang mampu mempertahankan regangan
a) Sambungan mekanis Tipe
1 harus
inelastis melalui siklus majemuk.
memenuhi 25.5.7;
b) Sambungan mekanis Tipe
2 harus
memenuhi 25.5.7 dan harus memiliki
kekuatan tarik yang minimal sama
dengan kekuatan tarik spesifikasi
batang tulangan yang disambung.
18.2.7.2 Sambungan mekanis Tipe
1
tidak boleh digunakan dalam zona sejarak
dua kali tinggi komponen struktur dari muka
kolom atau muka balok untuk sistem rangka
pemikul momen khusus atau dari
penampang kritis dimana pelelehan
tulangannya dimungkinkan terjadi sebagai
akibat deformasi inelastis yang disebabkan
gaya gempa. Sambungan mekanis Tipe 2
diizinkan untuk digunakan pada sebarang
lokasi, kecuali sebagaimana disebutkan
pada 18.9.2.1c).
© BSN 2019
367 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
18.2.8 Sambungan las pada sistem
R18.2.8 Sambungan las pada sistem
rangka pemikul momen khusus dan dinding
rangka pemikul momen khusus dan dinding
struktural khusus
struktur khusus
18.2.8.1 Sambungan las pada tulangan
R18.2.8.1 Pengelasan tulangan harus
yang memikul gaya akibat gempa harus
sesuai dengan AWS D1.4 seperti yang
memenuhi
25.5.7 dan tidak boleh
disyaratkan dalam Pasal
26. Lokasi
digunakan dalam zona sejarak dua kali
sambungan yang dilas dibatasi karena
tinggi komponen struktur dari muka kolom
tegangan tarik tulangan pada daerah leleh
atau muka balok untuk sistem rangka
dapat melebihi kekuatan yang disyaratkan
pemikul momen khusus atau dari
dalam
25.5.7.
Pembatasan
pada
penampang dimana pelelehan tulangannya
sambungan las ini berlaku untuk semua
dimungkinkan terjadi sebagai akibat
tulangan yang menahan pengaruh gempa,
deformasi lateral inelastis yang disebabkan
termasuk tulangan transversal.
gaya gempa.
18.2.8.2 Pengelasan sengkang, ikat
R18.2.8.2 Pengelasan batang tulangan
silang, sisipan, atau elemen-elemen
silang dapat menyebabkan perapuhan
lainnya yang serupa pada tulangan
logam (embrittlement) lokal pada baja. Jika
longitudinal perlu tidak diizinkan.
pengelasan batang tulangan silang
digunakan untuk memfasilitasi fabrikasi
atau penempatan tulangan, itu harus
dilakukan hanya pada batang yang
ditambahkan untuk tujuan tersebut.
Larangan pengelasan batang tulangan
silang tidak berlaku pada batang yang dilas
dengan operasi pengelasan selalu dalam
kendali pihak yang berkompeten, seperti
dalam pembuat tulangan kawat las.
18.3 - Sistem rangka pemikul momen
R18.3 - Sistem rangka pemikul momen
biasa
biasa
18.3.1 Ruang Lingkup
Pasal ini hanya berlaku untuk rangka
momen biasa yang yang dikenakan KDS B.
18.3.1.1 Pasal ini berlaku untuk sistem
Persyaratan tulangan balok bertujuan untuk
rangka pemikul momen biasa yang
meningkatkan kontinuitas dalam komponen
merupakan bagian sistem pemikul gaya
rangka
dan
dengan
demikian
seismik.
meningkatkan tahanan gaya lateral dan
integritas struktur; persyaratan ini tidak
18.3.2 Balok harus memiliki paling sedikit
berlaku untuk rangka momen pelat-kolom.
dua batang tulangan longitudinal yang
Persyaratan untuk kolom bertujuan untuk
menerus sepanjang kedua sisi atas dan
memberikan kapasitas tambahan untuk
bawah penampang. Tulangan bawah yang
menahan geser pada kolom dengan
menerus harus memiliki luas tidak kurang
proporsi yang tanpanya akan membuat
dari seperempat luas maksimum tulangan
lebih rentan terhadap kegagalan geser
bawah. Tulangan ini harus diangkur untuk
terkena beban gempa.
dapat mencapai kekuatan leleh tarik fy
pada muka tumpuan.
18.3.3 Kolom yang mempunyai panjang
tak
tertumpu lu≤5c1 harus memiliki
ϕVnsetidaknya nilai terendah di antara a)
dan b):
© BSN 2019
368 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
a) Gaya geser yang terkait dengan
terjadinya kekuatan momen nominal Mn
pada setiap ujung dari panjang tak
tertumpu kolom akibat lentur yang
berbalik
arah (kurvatur ganda).
Kekuatan lentur kolom harus dihitung
untuk gaya aksial terfaktor yang
konsisten dengan arah gaya lateral
yang ditinjau, yang menghasilkan
kekuatan lentur tertinggi.
b) Gaya geser maksimum yang diperoleh
dari kombinasi beban desain, termasuk
E, dengan Ω0E sebagai pengganti E.
18.4 - Sistem rangka pemikul momen
R18.4 - Sistem rangka pemikul momen
menengah
menengah
18.4.1 Ruang lingkup
Tujuan dari persyaratan dalam 18.4.2.3
dan
18.4.3.1 adalah untuk mengurangi
18.4.1.1 Pasal ini berlaku untuk sistem
resiko kegagalan geser balok dan kolom
rangka pemikul momen menengah
selama gempa. Dua opsi disediakan untuk
termasuk pelat dua arah tanpa balok yang
menentukan gaya geser terfaktor.
merupakan bagian sistem pemikul gaya
seismik.
18.4.2 Balok
R18.4.2 Balok - Menurut 18.4.2.3 a),
gaya geser terfaktor ditentukan dari
8.4.2.1 Balok harus mempunyai paling
diagram badan-bebas diperoleh dengan
sedikit dua batang tulangan longitudinal
memotong ujung-ujung balok, dengan
yang menerus sepanjang kedua sisi atas
momen ujung yang diasumsikan sama
dan bawah penampang. Tulangan bawah
dengan kekuatan momen nominal dalam
yang menerus harus memiliki luas tidak
lentur kurvatur balik, baik searah jarum jam
kurang dari seperempat luas maksimum
maupun berlawanan jarum jam. Gambar
tulangan bawah. Tulangan ini harus
R18.4.2 menunjukkan hanya satu dari dua
diangkur untuk dapat mencapai kekuatan
opsi yang harus dipertimbangkan untuk
leleh tarik fy pada muka tumpuan.
setiap balok. Untuk menentukan geser
maksimum balok, diasumsikan bahwa
18.4.2.2 Kekuatan momen positif pada
kekuatan momen nominalnya ( = 1,0 untuk
muka joint tidak boleh kurang dari sepertiga
momen)
yang
dihasilkan
secara
kekuatan momen negatif yang disediakan
bersamaan di kedua ujung jarak bersihnya.
pada muka joint tersebut. Baik kekuatan
Seperti yang ditunjukkan pada Gambar
momen negatif maupun positif pada
R18.4.2, geser yang terkait dengan kondisi
ini
[(Mnℓ+Mnr)/ℓn] ditambahkan secara
sebarang penampang sepanjang bentang
balok tidak boleh kurang dari seperlima
aljabar pada geser akibat beban gravitasi
kekuatan momen maksimum yang
terfaktor untuk mendapatkan gaya geser
disediakan pada muka salah satu join pada
desain balok. Sebagai contoh ditunjukkan,
bentang balok yang ditinjau.
kedua beban mati wD dan beban hidup wL
diasumsikan terdistribusi secara merata.
Efek dari E yang bekerja secara vertikal
18.4.2.3 Vn tidak boleh kurang dari nilai
harus dimasukkan jika diperlukan oleh SNI
terkecil antara (a) dan (b):
1726.
(a) Jumlah gaya geser terkait dengan
18.4.2.2(b) basis Vu pada kombinasi
beban termasuk pengaruh gempa E, harus
tercapainya Mn pada muka joint di setiap
digandakan. Sebagai contoh, kombinasi
ujung balok akibat lentur berbalik arah
© BSN 2019
369 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
(kurvatur ganda) dan geser yang
beban yang didefinisikan oleh Pers.
dihitung untuk beban gravitasi terfaktor
(5.3.1.e) akan menjadi
(b)Gaya geser maksimum yang diperoleh
U = 1,2D + 2,0E + 1,0L
dari kombinasi beban desain termasuk
dengan E adalah nilai yang ditentukan
E, dengan E ditetapkan sebesar dua kali
oleh SNI 1726. Faktor 1,0 diterapkan pada
nilai yang dipersyaratkan SNI 1726.
L boleh dikurangi menjadi
0,5, sesuai
dengan 5.3.3.
18.4.2.4 Pada kedua ujung balok,
Tulangan transversal pada ujung balok
sengkang tertutup harus disediakan
diperlukan berupa sengkang pengekang.
sepanjang tidak kurang dari 2h diukur dari
Pada kebanyakan kasus, tulangan
muka komponen struktur penumpu ke arah
transversal yang disyaratkan oleh 18.4.2.3
tengah bentang. Sengkang tertutup
untuk gaya geser desain lebih dari yang
pertama harus ditempatkan tidak lebih dari
disyaratkan pada 18.4.2.4.
50 mm dari muka komponen struktur
Balok dapat dikenai gaya tekan aksial
penumpu. Spasi sengkang pengekang
akibat prategang atau beban yang berkerja.
tidak boleh melebihi nilai terkecil dari a)
Persyaratan
tambahan
18.4.2.6
hingga d):
dimaksudkan untuk memberikan dukungan
lateral untuk tulangan longitudinal balok.
a) d/4
b) Delapan kali diameter batang tulangan
longitudinal terkecil yang dilingkupi
c) 24 kali diameter batang tulangan
sengkang pengekang
d) 300 mm
18.4.2.5 Sengkang harus dispasikan tidak
lebih dari d/2 sepanjang bentang balok.
18.4.2.6 Pada balok yang memiliki gaya
tekan aksial terfaktor melebihi Agfc'/10,
tulangan sengkang perlu berdasarkan
18.4.2.5 harus memenuhi
25.7.2.2 dan
salah satu di antara 25.7.2.3 atau 25.7.2.4.
© BSN 2019
370 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
u
n
wu = 1,2D + 1,0L
M
nl
n
Mnr
Vul
Vur
Gaya geser balok
Mnl + Mnr
wu ln
Vu =
+
l
n
2
Pu
Mnt
Gaya
Vu
geser
kolom
u
Vu
Mnb
Mnt + Mnb
Pu
Vu =
l
u
Gambar R18.4.2 - Geser desain untuk
rangka momen menengah
18.4.3 Kolom
R18.4.3 Kolom
- menurut
18.4.3.1a),
gaya geser terfaktor yang ditentukan dari
18.4.3.1 Vn tidak boleh kurang dari nilai
diagram badan-bebas diperoleh dengan
terkecil antara a) dan b):
memotong ujung kolom, dengan momen
nominal yang bekerja dalam lentur kurvatur
a) Jumlah gaya geser yang terkait dengan
balik, baik searah jarum jam maupun
tercapainya Mn pada muka joint di setiap
berlawanan jarum jam. Gambar R18.4.2
ujung kolom akibat lentur berbalik arah
menunjukkan hanya satu dari dua opsi
(kurvatur ganda). Kekuatan lentur kolom
yang harus dipertimbangkan untuk setiap
harus dihitung untuk gaya aksial
kolom. Gaya aksial terfaktor Pu harus dipilih
terfaktor yang konsisten dengan arah
untuk menghasilkan kekuatan momen
gaya lateral yang ditinjau, yang
terbesar kolom didalam rentang gaya aksial
menghasilkan kekuatan lentur tertinggi.
desain.
18.4.3.1 b) untuk kolom mirip
b) Gaya geser maksimum yang diperoleh
dengan 18.4.2.3 b) untuk balok kecuali
dari
kombinasi beban terfaktor,
basis Vu pada kombinasi beban termasuk
termasuk E, dengan Ω0E sebagai
pengaruh gempa E, dengan E meningkat
pengganti E.
oleh faktor kekuatan lebih Ωo daripada
© BSN 2019
371 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
faktor 2,0. Pada SNI 1726, Ωo = 3,0 untuk
18.4.3.2 Kolom bundar harus diberi
sistem rangka pemikul momen menengah.
tulangan spiral sesuai dengan Pasal
10
Faktor untuk kolom relatif lebih tinggi
atau harus memenuhi persyaratan 18.4.3.3
terhadap balok karena kekhawatiran yang
hingga 18.4.3.5. Ketentuan 18.4.3.6 harus
lebih besar mengenai kegagalan geser
diberlakukan untuk semua kolom yang
pada kolom.
menumpu komponen struktur kaku tak
Tulangan transversal pada ujung kolom
menerus.
disyaratkan
spiral
atau
sengkang
pengekang. Jumlah tulangan transversal
18.4.3.3 Pada kedua ujung kolom,
pada ujung harus memenuhi keduanya
sengkang tertutup harus dipasang dengan
18.4.3.1 dan 18.4.3.2. Perhatikan bahwa
spasi so sepanjang o dari muka joint. Spasi
sengkang pengekang membutuhkan kait
seismik pada kedua ujungnya.
so tidak boleh melebihi nilai terkecil dari a)
hingga d):
Dinding struktural diskontinu dan
komponen kaku lainnya dapat memikul
a)
8 kali diameter batang tulangan
gaya aksial yang besar pada pendukung
longitudinal terkecil yang dilingkupi
kolom selama gempa. Persyaratan
b)
24 kali diameter batang tulangan
tulangan transversal pada 18.4.3.6 adalah
sengkang pengekang
untuk
meningkatkan
keteguhan
c) Setengah dimensi penampang terkecil
(toughness) untuk keperluan (demand)
kolom
yang diantisipasi. Gaya tekan aksial
d)
300 mm
terfaktor yang terkait dengan pengaruh
gempa harus menggunakan faktor Ωo jika
disyaratkan oleh SNI 1726.
Panjang o tidak boleh kurang dari nilai
terbesar dari e), f) dan g):
e) Seperenam tinggi bersih kolom
f) Dimensi maksimum penampang kolom
g)
450 mm
18.4.3.4 Sengkang pengekang pertama
harus ditempatkan tidak lebih dari so/2 dari
muka joint.
18.4.3.5 Di luar panjang o, spasi tulangan
transversal harus memenuhi 10.7.6.5.2.
18.4.3.6 Kolom-kolom yang menumpu
reaksi dari komponen struktur kaku tak
menerus, seperti dinding, harus dipasang
tulangan sengkang tertutup dengan spasi
so, sesuai 18.4.3.3 di sepanjang tinggi
penuh kolom-kolom pada tingkat yang
terdapat diskontinuitas jika bagian gaya
tekan aksial terfaktor pada komponen
struktur kolom-kolom tersebut yang terkait
dengan pengaruh gempa melebihi
A
f/
10
g c
Jika gaya desain telah
diperbesar
untuk
memperhitungkan
kekuatan lebih elemen vertikal pada sistem
A
f/
10
pemikul gaya seismik, batasan
g c
A f
/4.
harus ditingkatkan menjadi
g c
© BSN 2019
372 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
Tulangan transversal harus diteruskan ke
atas dan ke bawah dari kolom yang ditinjau
sesuai 18.7.5.6b).
18.4.4 Sambungan balok kolom (joint)
18.4.4.1 Sambungan balok-kolom harus
memiliki tulangan transversal yang
memenuhi Pasal 15.
18.4.5 Pelat dua arah tanpa balok
R18.4.5 Pelat dua arah tanpa balok -
18.4.5 berlaku untuk pelat dua arah tanpa
18.4.5.1 Momen pelat terfaktor pada
balok, seperti pelat datar (flat plates).
tumpuan termasuk pengaruh gempa, E,
Penggunaan kombinasi beban pada Pers.
harus ditentukan untuk kombinasi beban
(5.3.1e) dan (5.3.1g) dapat menyebabkan
yang diberikan dalam Pers. (5.3.1e) dan
momen yang memerlukan tulangan atas
(5.3.1g). Tulangan perlu untuk menahan
dan tulangan bawah pada tumpuan.
Msc harus ditempatkan dalam lajur kolom
Momen Msc, untuk kombinasi beban yang
sesuai 8.4.1.5.
diberikan dengan E bekerja pada arah
horizontal merujuk ke bagian dari momen
18.4.5.2 Tulangan yang ditempatkan
terfaktor pelat yang diseimbangkan oleh
dalam lebar efektif sesuai 8.4.2.3.3 harus
komponen pendukung pada joint. Ini belum
tentu sama dengan jumlah momen desain
γ M. Lebar
pada pendukung untuk kombinasi beban
efektif pelat untuk sambungan eksterior
termasuk pengaruh gempa. Sesuai dengan
dan sudut tidak melewati muka kolom
8.4.2.3.3, hanya sebagian kecil momen Msc
dengan jarak lebih dari ct diukur tegak lurus
yang dimasukkan pada lebar efektif pelat.
terhadap bentang pelat yang ditinjau.
Untuk sambungan sudut dan tepi, tulangan
lentur tegak lurus ke tepi tidak dianggap
18.4.5.3 Setidaknya setengah tulangan
sepenuhnya efektif kecuali ditempatkan
pada lajur kolom di tumpuan harus
dalam lebar efektif pelat (ACI 352.1R; Pan
ditempatkan dalam lebar efektif pelat
and Moehle
1989).
Lihat Gambar
sesuai 8.4.2.3.3.
R18.4.5.1.
Penggunaan ketentuan dalam
18.4.5
18.4.5.4 Setidaknya seperempat tulangan
ditunjukkan pada Gambar R18.4.5.2 dan
atas di tumpuan pada lajur kolom harus
R18.4.5.3.
menerus sepanjang bentang.
18.4.5.5 Tulangan bawah yang menerus
pada lajur kolom tidak boleh kurang dari
sepertiga tulangan atas di tumpuan pada
lajur kolom.
18.4.5.6 Setidaknya setengah dari semua
tulangan bawah lajur tengah dan semua
tulangan bawah lajur kolom di tengah
bentang harus menerus dan harus
mencapai fy di muka tumpuan sesuai
8.10.3.2.1.
18.4.5.7 Pada tepi pelat yang tidak
menerus, semua tulangan atas dan bawah
pada tumpuan harus disalurkan di muka
tumpuan sesuai 8.10.3.2.1.
© BSN 2019
373 dari 695
SNI 2847:2019
STANDAR
PENJELASAN
Pelat, tebal = h
Tepi
ct
Garis leleh
1,5h ct
c2
Kolom
Lebar efektif
derajat
1,5h ct
c1
Arah momen
(a) Sambungan tepi
c1
Tepi
Pelat, tebal = h
c2
Kolom
Lebar efektif
derajat
1,5h ct
Garis leleh
Tepi
ct
Arah momen
(b) Sambungan sudut
Gambar R18.4.5.1 - Lebar efektif untuk
penempatan tulangan di sudut dan tepi
sambungan
Kolom
Lajur kolom
c2a
+ 3h
Semua tulangan yang
C2a
memikul Msc harus
ditempatkan pada
lajur kolom (18.4.5.1)
Tulangan untuk memikul fMsc (18.4.5.2),
tetapi tidak kurang dari setengah jumlah
tulangan dalam lajur kolom (18.4.5.3)
Catatan : Berlaku untuk kedua tulangan atas dan bawah
Gambar R18.4.5.2 - Lokasi tulangan di
pelat
© BSN 2019
374 dari 695
STANDAR
PENJELASAN
Tidak kurang dari
seperempat tulangan atas
di tumpuan (18.4.5.4)
Tidak kurang dari sepertiga
tulangan atas di tumpuan
Tulangan atas dan
bawah yang diteruskan
(18.4.5.6 dan 18.4.5.7)
Lajur kolom
Tulangan atas dan
bawah yang diteruskan
Tidak kurang dari
setengah tulangan
bawah di tengah
bentang (18.4.5.6)
Lajur tengah
Gambar R18.4.5.3 - Penempatan
tulangan pada pelat
18.4.5.8 Pada penampang kritis di sekitar
R18.4.5.8
Persyaratan berlaku untuk
kolom sesuai 22.6.4.1, geser dua arah
pelat dua arah yang merupakan bagian dari
akibat beban gravitasi terfaktor tidak boleh
system penahan gaya seismik. Sambungan
melebihi 0,4Vc, dimana Vc harus dihitung
pelat-kolom pada tes laboratorium (Pan
sesuai 22.6.5. Persyaratan ini tidak perlu
dan Moehle 1989) menunjukkan penurunan
diikuti jika pelat memenuhi 18.14.5.
daktilitas perpindahan lateral ketika geser
pada sambungan kolom melebihi batas
yang direkomendasikan. Sambungan pelat-
kolom juga harus memenuhi persyaratan
kekuatan geser dan momen pada Pasal 8
akibat
beban kombinasi termasuk
pengaruh gempa.
18.5
- Dinding struktural pracetak
R18.5
- Dinding struktural pracetak
menengah
menengah